UJIAN SEKOLAH DALAM PENCARIAN SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA YANG IDEAL
Dari waktu ke waktu pencarian sistem pendidikan Indonesia seakan tak pernah usai, sejak 1946 kurang lebih sepuluh kali perubahan kurikulum pendidikan kita. Mulai dari kurikulum 1946, kurikulum 1984, KBK dan KTSP. Setiap pergantian menteri pendidikan bisa di pastikan akan berganti kebijakan mengenai sistem pendidikan. Perubahan demi perubahan sudah dilakukan untuk menemukan formula yang tepat untuk menghasilkan out put pendidikan yang berkualitas.
Salah satu barometer kualitas pendidikan Indonesia adalah ujian nasional dan ujian sekolah. Ujian sekolah dilaksanakan menurut kebijakan sekolah masing-masing. Diknas sebagai lembaga pemangku otoritas pendidikan Indonesia. Semua yang berkaitan dengan sistem pendidikan dan kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan pendidikan berada di tangan diknas. Maka dari itu, semua sekolah yang berada dibawah naungan departemen pendidikan nasional harus sesuai dengan kebijakan diknas. Salah satunya adalah mengenai ujian sekolah dan ujian nasional.
SMP dan SMA Al Ashriyyah Nurul Iman sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bernaung pada diknas, sedang melaksanakan ujian sekolah baik tingkat SMP maupun SMA. Sekitar seribu siswa SMP & SMA dalam beberapa hari ini memeras otak menghadapi soal-soal ujian sekolah. Ujian sekolah sebagai tolak ukur dalam pengevaluasian hasil belajar selama tiga tahun di masing-masing tingkatan. Evalusi ddalam proses belajar mengajar merupakan bagian yang tak terpisahkan. Mengutip pendapat Mehrens dan Lehmann (1978:10) “to teach without testing is unthinkable “ -mengajar tanpa melakukan tes tidak masuk akal-. Karena evalusi menpunyai fungsi :
v untuk mengetahui kemajuan, perkembangan, dan keberhasilan siswa setelah melakukan kegiatan belajar selama waktu tertentu.
v Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran.
v Untuk keperluan bimbingan dan konseling (BK).
v Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan (Drs. M. Ngalim Purwanto,MP: Prinsip-prinsip dan Teknik Evalusi Pengajaran;2009.hal.5)
Berdasarkan tujuan di atas , Maka SMA Al Ashriyyah Nurul Iman sebagai lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan diknas telah melaksanakan ujian sekolah ( US ) pada tanggal 19 Maret 2011. Sebanyak tujuh ratus tiga belas siswa SMA Al Ashriyyah Nurul menjadi peserta dalam ujian sekolah itu. Sedangkan untuk tingkat SMP dimulai pada hari senin 28 Maret 2011, dengan peserta ujian sebanyak empat ratus tiga belas. Ujian sekolah SMP dan SMA Al Ashriyyah Nurul Iman tahun ini adalah kali kedua sejak berpindah status dari depag ke diknas.










0 comments:
Posting Komentar